Monthly Archives: June 2018

Ratusan Ribu Pekerja Seks Thailand di Jerman, Mayoritas Korban Perdagangan Manusia?

Berlin – Baru-baru ini beredar informasi yang mengulas tentang pekerja seks asal Thailand di Jerman. Jumlahnya tak dapat dipastikan, karena banyak yang bekerja atau tinggal di negara Eropa itu secara ilegal.

Kementerian Kesehatan di Thailand menyebut angka 120 ribu. Sedangkan NGO Empowerment Foundation menyebut angka 300 ribu.

“Mereka rata-rata berusia awal 20-an atau pertengahan 20-an. Tapi ada juga yang sudah berusia lebih 60 tahun yang masih terus bekerja,” kata Liz Hilton dari Empowerment Foundation, yang sejak lebih 30 tahun berusaha memperbaiki kehidupan para pekerja seks di Jerman.

Menurut data Empowerment Foundation, lebih 75 persen pekerja seks perempuan adalah ibu tunggal.

“Seringnya, mereka sudah bekerja sebelumnya di berbagai bidang, tanpa kualifikasi, misalnya bekerja di pabrik, atau di ladang”, tutur Liz Hilton.

“Setelah itu, banyak yang mendarat di jalan-jalan Bangkok, Pattaya atau kota-kota besar lain di Bangkok sebagai pekerja seks. Sebagian berhasil sampai ke Jerman.”

Korban Sindikat

Kebanyakan dari para perempuan itu tahu pekerjaan apa yang akan mereka lakukan di Jerman, kata Ursa Lerdsrisuntad dari Foundation for Women.

“Mereka tahu, mereka akan bekerja di bidang prostitusi. Mereka juga sadar, bahwa mereka harus bekerja keras berbulan-bulan untuk bisa membayar kembali utang mereka kepada sindikat yang mendatangkan mereka. Mereka berpikir, setelah itu mereka akan bisa menabung. Tapi kadang-kadang, utang mereka justru bertambah,” kata Lerdsrisuntad seperti dikutip dari DW, Sabtu (30/6/2018).

Banyak pekerja seks yang terjebak dengan kondisi dan persyaratan yang ditetapkan sindikat perdagangan manusia.

“Mereka harus membayar orang yang mengurus visa mereka atau melindungi mereka agar tidak ditangkap polisi”, kata Liz Hilton.

Situasi mereka berbeda dengan para pekerja seks asal Rumania dan Bulgaria misanya, yang tidak perlu visa untuk datang ke Jerman.

Setibanya di Jerman, mereka akan sangat tergantung pada pelindungnya. Karena tidak bisa berbahasa Jerman, mereka hanya berkomunikasi dengan pelindung mereka.

Menurut Kepolisian Jerman, para pelindung atau anggota sindikat perdagangan manusia “dalam banyak kasus berasal dari latar belakang budaya yang sama dengan para korban” dan hal itu “memperbesar ketergantungan mereka”.

Simak video pilihan berikut:

Jelang bulan suci Ramadan, Dinas Sosial dan Satpol PP merazia pekerja seks komersial dan pengemis di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sumber Berita: liputan6.com

Fakta Bowo Alpenliebe, Artis Tik Tok yang Dikerubuti Remaja Masa Kini

Kepopuleran Bowo Alpenliebe bukan sekedar karena kelihaiannya bermain Tik Tok tapi juga wajahnya yang dianggap ganteng. Bahkan tidak sedikit penggemar yang meleleh melihat sosok Bowo.

Y allah kak bowo ganteng bnget,” ujar @oktaviana823.

Ya ampunnnn gnteng bangettt kmuu,” kata @salwa1372.

Kk Bowo aku mau nanya ? Kapan sih sih ganteng nya KK itu luntur,” sahut @melf_hen13.

Sumber Berita: liputan6.com