KPK Eksekusi Mantan Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur ke LP Sukamiskin

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan eksekusi terhadap atase imigrasi KBRI Kuala Lumpur tahun 2013-2016, Dwi Widodo. Widodo dieksekusi ke LP Sukamiskin, Bandung, karena perkara korupsi proses penerbitan Paspor RI dengan metode Reach Out Tahun 2016 dan penerbitan calling visa tahun 2013-2016 telah yang melilitnya telah berkekuatan hukum tetap.

Febri menyebut sesuai dengan putusan vonis yang diterima Dwi, maka dia akan menjalani hukuman pidana 3 tahun 6 bulan, dengan denda Rp 150 juta subsider pidana kurungan 3 bulan.

“Atas nama Dwi Widodo No Putusan : 1106K/Pid.Sus/2018 Tanggal 30 Juli 2018. Pidana : 3(tiga) tahun 6(enam) bulan Pidana Denda Rp.150.000.000 sub.3(tiga)bulan dan UP.Rp.535.157.102 serta RM27.400,” jelasnya, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

Gedung KPKIlustrasi: Gedung KPK Merah Putih (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Dalam kasus ini, sebelumnya KPK menetapkan atase imigrasi KBRI di Malaysia, Dwi Widodo sebagai tersangka pada 7 Februari lalu. Dwi diduga menerima suap sebesar Rp 1 miliar terkait penerbitan paspor dengan metode reach out dan calling visa.

Atas perbuatannya, Dwi disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor.

Diduga modus yang dilakukan Dwi yakni meminta pihak perusahaan sebagai agen atau sebagai makelar untuk memberikan sejumlah uang. Dia diduga melakukan pungutan yang melebihi tarif resmi pembuatan calling visa.

Pengusutan perkara ini merupakan hasil kerja sama antara KPK dengan Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) yang bermula dari inspeksi pelayanan publik yang dilakukan MACC di Kuala Lumpur, Malaysia. Kerja sama dilakukan sejak pertengahan 2016 lalu.

(ipp/JPC)

IDHOKI adalah AGEN SBOBET Resmi Terpercaya Indonesia dengan memberikan pelayanan 24 jam maximal dan transfer antar semua bank jika bank offline.