Heboh Siswa Sayat Tangan, Ini 5 Fakta Penting Soal Obat Benzo

Suara.com – Puluhan siswa menyayat tangan mereka di Pekanbaru, Riau. Para siswa diduga melakukan hal tersebut usai mengonsumsi minuman torpedo.

Laporan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau menyebut sejumlah siswa diketahui memiliki hasil tes urine positif benzodiazepine, lantaran diduga terlalu banyak mengonsumsi minuman torpedo.

Benzodiazepine atau lazim disebut benzo, sejatinya merupakan payung bagi jenis obat penenang yang lazim digunakan oleh pasien gangguan jiwa. Beberapa jenis obat yang tergolong benzodiazepine antara lain alprazolam, chlordiazepoxide, diazepam, estazolam dan juga triazolam.

Nah, dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 fakta penting tentang obat benzodiazepine:

1. Fungsi benzodiazepine

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, benzodiazepine adalah obat penenang yang biasa diresepkan bagi pasien gangguan jiwa. Obat ini memiliki beragam fungsi tergantung jenisnya.

Alprazolam digunakan untuk meredakan serangan panik dan rasa cemas yang dialami pasien gangguan kecemasan.

Diazepam yang dijual dengan merek Valium merupakan obat yang memiliki efek sedatif kuat dan biasanya diresepkan bagi pasien insomnia, kejang-kejang, dan kecanduan alkohol.

2. Golongan obat

Tergolong sebagai obat daftar G, seluruh jenis benzodiazepine merupakan obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter.

Penggunaan obat benzodiazepine tanpa resep dokter bisa membuat seseorang terjerat pasal pelanggaran narkotika, dan diancam hukuman penjara.

3. Cara kerja

Benzodiazepine bekerja langsung di sistem saraf pusat dan memengaruhi proses pengiriman sinyal di otak. Zat aktif pada benzodiazepine mengembalikan otak yang tadinya terlalu aktif dan tertekan menjadi normal, sehingga muncul perasaan rileks dan tenang.

Sinyal tenang yang dihasilkan oleh obat benzodiazepine ini lalu disebarkan ke seluruh tubuh lewat sel saraf.

4. Efek samping

Seperti obat pada umumnya, konsumsi benzodiazepine bisa menyebabkan efek samping seperti rasa ngantuk, bingung, pusing, hingga kehilangan kemampuan menentukan arah. Jika efek samping yang muncul parah, konsumsi benzodiazepine dapat menyebabkan gangguan penglihatan, penurunan kesadaran hingga sakit kepala dan gejala depresi.

Overdosis benzodiazepine dapat menyebabkan seseorang koma karena sulit bernapas. Penggunaan obat benzodiazepine dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko demensia dan pikun.

5. Risiko penyalahgunaan

Tak sedikit pejabat hingga selebriti yang harus masuk bui atau menjalani rehabilitasi karena penyalahgunaan benzodiazepine. Hal ini dikarenakan penggunaan benzodiazepine yang tidak sesuai kegunaannya.

Xanax misalnya, lazim digunakan untuk obat tidur, padahal sejatinya merupakan obat untuk meredakan serangan panik dan gangguan cemas.

Konsumsi benzodiazepine yang berlebihan juga bisa membuat fungsi otak kacau, dan menimbulkan efek ketagihan.